Sebutan Serambi Mekkah Apakah Pantas Sekarang?


            Siapa yang tidak kenal dengan sebutan Serambi Mekkah, mayoritas masyarakat Indonesia tidak asing dengan kata-kata Serambi Mekkah yaitu Aceh. Salah satu alasan dijulukinya Serambi Mekkah karena Aceh mempunyai penganut agama Islam yang terbanyak di Indonesia, memiliki pemuka-pemuka agama yang hebat serta tempat pertama Islam berjaya. Aceh dikenal mimiliki penganut Islam yang kental dimasa lalu, mayoritas masyarakat Aceh menganut agama Islam. hampir tidak ditemukan masyarakat yang beragama lain. Namun mau apa dikata, kejayaan yang seperti itu hanya terjadi dimasa-masa silam.
            Alasan lain dijulukinya Serambi Mekkah adalah aceh merupakan cerminan dari Mekkah. Keduanya menganut agama Islam, bermazhab Syafi’i dalam hal ilmu fiqh, berpakain layaknya budaya Islam serta berhukum berdasarkan landasan Islam. nowadays bagaimana…?? Itu merupakan pertanyaan yang benar-benar harus kita tanyakan dalam benak kita masing-masing. Coba kita perhatikan alasan-alasan yang dulu pernah didapatkan aceh ketika mendapat julukan Serambi Mekkah. Apakah pantas julukan itu kita sandang sementara alasan-alasan yang dulu ada di dalam masyarakat kita sekarang berubah secara totalitas?
            Mari kita masuki dalam hal pembahasan penganut Islam Kental. Istilah ini memiliki makna yang luas, Islam kental berarti semua hukum, budaya, dan adat istiadat itu harus dijalankan sesuai dengan ketentuan Islam. Dengan kata lain Islam secara Kaffah (totalitas). Apakah sekarang ini aceh menjalankan hal demikian? Jawabannya tidak. Kenapa kami berani menjawab tidak? Itu dikarenakan semua bidang pada masa sekarang tidak mencerminkan adanya Islam secara Kaffah. Dalam hal hukum, masyarakat aceh sekarang banyak yang tidak sependapat dalam hal pemberlakuan hukum Islam secara kaffah, kita sebutkan saja hukum jinayah, dan beberapa hukum lain yang sudah ditetapkan namun agak susah untuk dijalankan. Pertanyaannya apakah kita masih pantas mendapatkan julukan Serambi Mekkah?
            Mengenai hukum sudah kita bahas, sekarang kita lihat disegi budaya yang dulunya kita memiliki budaya yang kental berdasarkan landasan Islam. apakah kita masih memiliki budaya tersebut sekarang? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Kami akan memberi satu contoh agar jawabannya mudah, saat tahun baru masehi, banyak kita masyarakat aceh berbondong-bondong entah kemana. Budaya-budaya non-muslim sudah banyak kita dapati diaceh sekarang, band dimana-mana, dan banyak budaya lain yang kita kerjakan yang melenceng dari landasan Islam. malam beure’at (15 Nisfu Sya’ban) hampir tidak kita temukan diaceh, jadi kemanakah budaya yang kental berdasarkan landasan Islam itu?
            Adat istiadat Aceh, dulu juga dikenal sangat kental (sesuai) dengan landasan Islam, pengajian dimana-mana, setiap malam setelah magrib kita lihat banyak anak-anak yang berbondong-bondong menuju meunasah/mesjid unutk menuntut ilmu agama, sekarang banyak kita dapati anak-anak ke warung kopi atau ke tempat-tempat keramaian yang hampir anak-anak itu sendiri pun tidak tau mau apa ke tempat tersebut. Memalukan bukan?. Kita lihat di segi pakaian, sekarang daerah mana yang tidak ada wanita memakai pakaian laki-laki (celana)?
              Hampir semua pelosok desa maupun kota di Aceh tidak lagi menggunakan adat istiadat Aceh yang berlandaskan Islam. jadi kemanakah Islam Kental yang dulu kita anut sehingga kita mendapatkan julukan Serambi Mekkah? Pudar ataukah sudah hilang tanpa ada tersisa sedikitpun? Tanamlah pertanyaan-pertanyaan tersebut agar kita bisa mengembalikan kejayaan-kejayaan yang dulu.
            Itulah sedikit penjelasan tentang berita hangat aceh sekarang, tujuan kami membuat artikel ini adalah agar setiap yang membacanya bisa memperbaiki setiap kesalahan yang didapati yang membuat julukan Serambi Mekkah hilang dan tidak pantas kita sandang. Baik itu kesalah yang kita lakukan sendiri maupun yang kita dapati dilingkungan kita masing-masing.
            Demikian pemaparan kami, terimakasih telah berkunjung, jika ada kritik dan saran mohon di sampaikan demi membangun kearah yang lebih baik.
            

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔