Kesengsaraan Dibalik Sejarah Kota Petro Dollar Lhokseumawe


Siapa yang tidak kenal dengan Kota Petro Dollar, dengan hasil bumi yang melimpah yang dapat membangun seluruh nusantara, itulah Kota Lhokseumawe. Konon diceritakan kota ini adalah ibukota dari sebuah kabupaten yaitu Aceh Utara yang terbentang dari Kecamatan Samalanga sampai Kecamatan Lhoksukon. Kota Lhokseumawe merupakan pusat kota dari 48 Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Kota Lhokseumawe merupakan pemegang saham terbesar di Aceh yang mendapatkan kekayaan yang melimpah dari perindustrian setempat. 

Dulunya Kota Lhokseumawe memiliki beberapa Industri besar didaerahnya yang setiap hasil industri tersebut masuk ke kas Negara. Perindustrian yang beroperasi di kota Lhokseumawe yaitu PT Arun LNG, PT PIM (PT Pupuk Iskandar Muda), PT AAF(Aceh Asean Fertilizer) dan PT KKA(PT Kertas Kraft Aceh). Dengan Hasil perindustrian tersebutlah kota lhokseumawe mendapat julukan Kota Petro Dollar. Kenapa tidak dengan kondisi ekonomi yang tinggi para wisatawan asing berdatangan ke kota lhokseumawe untuk mendapatkan hasil dari perut bumi Lhokseumawe.

Namun untuk mendapatkan julukan tersebut banyak sekali masa-masa suram yang harus dilalui, terutama bagi masyarakat yang memiliki tanah di daerah tempat dibangunnya perindustrian tersebut. Kalau seandainya masa suram ini kita alami, mungkin kita tidak akan mau/suka mendapatkan gelar petro dollar tersebut. Kita sebut saja warga Blang Lancang yang sampai sekarang belum mendapatkan ganti rugi atas tanahnya yang dibangun perindustrian PT Arun LNG. Masyarakat yang tertindas ini sudah lama menuntut ganti rugi kepada pihak yang berwenang, baik dari pihak PT Arun LNG itu sendiri maupun Pemerintah. Namun tuntutan itu seolah-olah tidak pernah di gubris sehingga proses perealisasian itu juga tidak pernah masyarakat dapatkan sampai sekarang.

Sayangnya dari sekian kepala keluarga yang menuntut haknya itu harus tinggal di posko pengungsian. Posko pengungsian ini bisa kita lihat di sepanjang jalan masuk dan keluar menuju tempat wisata Pulau Semadu. Apalah arti dari julukan yang didapatkan Kota Lhokseumawe tersebut seandainya Masyarakat kota tersebut tertindas seperti sekarang ini. dan kita bedoa saja agar tuntutan warga Blang Lancang tersebut dapat segera di penuhi oleh pemerintah maupun pihak yang bertanggung jawab atas penggusuran itu. Itulah sedikit penjelasan tentang artikel Kesengsaraan Dibalik Sejarah Kota Petro Dollar Lhokseumawe dan Terima kasih telah berkunjung.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔