Bacalah Inspirasi Dari PR Baginda Raja Untuk Abu Nawas "Menagkap Angin".


Serasa tidak asing lagi ketika kita mendengarkan ucapan orang "Abu Nawas", dan sudah dapat kita bayangkan bagaimana cerita-cerita abu nawas yang membuat kita tertawa dan kebingungan memikirkannya. Padahal sebenarnya, di balik cerita-cerita yang kita kenal sebagai Abu Nawas ini, memiliki kisah-kisah inspirasi yang sangat berharga yang bisa kita dapatkan.

Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Beliau adalah seorang penyair Persia yang sangat terkenal ke seluruh pelosok dunia. Jadi kali ini kami akan membagikan sebuah kisah inspiratif yang dapat kita gunakan dalam berprinsip di kehidupan kita sehari-hari.


Pada suatu ketika, Raja yang memimpin di masa itu sedang menderita sebuah penyakit, karena tabib-tabib kepercayaannya tidak bisa menyembuhkan penyakit tersebut, di utuslah seorang utusan untuk memanggil Abu Nawas ke istana. Pergilah seorang utusan ke rumah Abu Nawas untuk menyampaikan berita tersebut. Setelah mendengar kabar tersebut Abu Nawa langsung menghadap baginda raja, dan sesampai di istana, baginda raja langsung mempersilahkan Abu Nawas untuk masuk dan bercerita tentang keluhan-keluhan yang di alami oleh baginda raja.

Baginda raja bercerita bahwa menurut keterangan tabib-tabibnya, dia mengalami gangguan perut karena kerap kali diserang angin. Dan baginda ingin agar Abu Nawas segera menangkap angin dan memenjarakannya. Setelah mendengar suruhan baginda raja, Abu Nawas hanya bisa diam dan tidak dapat berkata apa-apa. Abu Nawas di berikan waktu untuk menangkap angin tersebut selama 3 hari.


Setelah mendengar semua perintah baginda raja, Abu Nawas langsung pulang dengan wajah termangut dan tidak bersemangat. Kenapa tidak? Siapa yang bisa menangkap sesuatu yang tidak bisa kita lihat. Memang aneh bin ajaib perintah baginda raja apabila kita pikir.

Dua hari berlalu dari tiga hari waktu yang di berikan oleh raja untuk mengkap angin. Selama dua hari berlalu Abu Nawas tidak menyia-nyiakan sedikitpun waktunya untuk berpikir jalan keluar dari perintah baginda raja. Sampai-sampai tidak bisa tidur gara-gara masalah tersebut. Dia berpikir apabila dia tidak bisa memikirkan jalan keluarnya, dia harus mendekam di penjara istana untuk waktu yang lama.

Hari ketiga pun sampai, namun belum keluar juga ide bagaimana cara menjawab pertanyaan baginda raja nanti. Namun Abu Nawas tanpa berpikir panjang langsung melangkah kakinya dari rumah menuju istana, meskipun belum memiliki jawaban dari titah baginda raja. Semasa dalam perjalanan Abu Nawas teringat dengan satu kisah yaitu kisah Aladin dan Lampu Ajaibnya. Abu Nawas berpikir, Jin kan tidak terlihat juga layaknya angin.


Setelah memikirkan hal itu, Abu Nawas kembali lagi kerumahnya dengan tergesa-gesa dan mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan raja nanti. Setelah mempersiapkan semua, Abu Nawas langsung menuju ke Istana dengan warah ceria.

Sesampai di istana, Raja langsung bertanya kepada Abu Nawas apakah dia berhasil menangkap angin yang di suruhnya? Abu Nawas menjawab "Berhasil Paduka yang mulia" sambil mengeluarkan sebuah botol yang tertutup rapat. Kemudian Baginda raja bertanya, "Dimana angin itu Abu Nawas?"
"Di dalam botol tersebut Tuanku, apabila tuanku hendak membuktikannya, tutup botol tersebut harus di buka terlebih dahulu tuanku". Jawab Abu Nawas hormat.

Mendengar perkataan Abu Nawas, Baginda Raja langsung membuka tutup botol tersebut dan kemudian Baginda raja mencium bau yang sangat menyengat yang keluar dari botol tersebut. Kemudian Baginda Raja Bertanya dengan suara yang lantang dan marah, "Bau busuk apakah ini hai Abu Nawas?" 

Abu Nawas menjawab "Ampun tuanku, Semasa dalam perjalanan hendak kemari tadi saya kentut kedalam botol tersebut, karena saya takut angin itu keluar dan tidak sampai kehadapan tuanku maka saya tutup tutup botolnya.


Mendengar penjelasan Abu Nawas yang begitu, Baginda raja tidak jadi marah, malah baginda raja tertawa terbahak-bahak. Dan Baginda raja berpikir memang benar Abu Nawas sudah membuktikan kalau Abu Nawas sudah berhasil menangkap Angin.

Nah, begitulah kiranya cerita inspirasi dari cerita Abu Nawas. Jadi, kesimpulannya adalah tidak ada yang tidak mungkin apabila kita mau memikirkan jalan keluarnya, sama halnya kata pepatah, Setiap ada kemauan disitulah ada Jalan. Sekian dulu kisah inspirasinya dan terima kasih telah berkunjung.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔