Bacalah Kisah Inspirasi " Mengajari Keledai Membaca" (Lucu)


Salam untuk semua pembaca. Pada kesempatan ini kami akan membagikan sebuah kisah inspirasi untuk kita semua yang berasal dari kisah seorang ulama sufi termasyhur di baghdad dan Persia, yang hidup dizaman kepemimpinan Khalifah Harun Ar-Rasyid, yaitu Abu Nawas.

Tentang Nama asli dan kisah inspirasi lainnya sudah pernah kami bagikan pada kesempatan sebelumnya dengan Judul "Inspirasi Menagkap Angin". Tokoh yang kita kenal dengan nama Abu Nawas selalu identik dengan cerita lucu atau kisah lucu, namun di balik kisah tersebut sebenarnya mengandung pesan-pesan yang sangat berguna untuk kehidupan kita.


Contohnya saja kisah Abu Nawas tentang mengajari keledai membaca, bagaimana kisah tersebut dan apa saja pesan-pesan yang ingin di sampaikan penulis sebenarnya? Mari sama-sama kita simak ceritanya.

Dikisahkan pada masa ke khalifahan Harun Ar-Rasyid, Abu Nawas sedang asik menikmati waktu-waktu senggangnya dengan mempelajari ilmu-ilmu sufi. Tiba-tiba datanglah seorang menteri kerajaan dengan membawa seekor keledai ke rumah Abu Nawas. Menteri ini sebenarnya memiliki rasa iri kepada Abu Nawas karena raja lebih perduli kepada Abu Nawas ketimbang dirinya. Oleh karena itu Menteri ingin menjebak Abu Nawas agar Abu Nawas nampak hina dan bodoh di mata raja. 

Singkat cerita, menteri ini menyuruh agar Abu Nawas mengajari keledai yang dibawanya untuk membaca. Dan Abu Nawas pun harus menerima perintah itu karena tidak ada jalan untuk menolak. Menteri itu memberikan waktu untuk Abu Nawas selama 2 minggu, dan apabila selama 2 minggu Abu Nawas tidak bisa membuat keledainya membaca, maka Abu Nawas akan dipermalukan dihadapan raja.
Kini tibalah hari terakhir untuk batas waktu yang diberikan oleh menteri itu. Raja dan menterinya sudah menunggu kedatangan Abu Nawas. Lalu menteri itu berkata " wahai paduka yang mulia, hari ini saya akan memperlihatkan kepada baginda bahwa saya lebih cerdik dari pada Abu Nawas".

Lalu raja berkata "  Baiklah jika itu yang kau inginkan wahai menteriku, jika benar yang engkau bilang maka yang menang akan aku kasih sekantong dinar dan yang kalah akan aku jebloskan ke penjara kerajaan selama 3 bulan". Lalu menteri itupun menyanggupinya.

Begitu tiba Abu Nawas kehadapan mereka, menteri itu menunjuk ke arah sebuah buku besar yang ada di dinding kerajaan dan berkata " Hai Abu Nawas, coba engkau tunjukkan kalau benar keledai itu bisa membaca, bukankah engkau pintar dalam segala hal?

Lalu tanpa banyak bicara Abu Nawas langsung membawa keledai itu kedepan buku besar yang ada di dinding istana dan membuka buku tersebut. Tidak begitu lama, setelah keledai melihat lembar pertama dari buku itu, keledai membalikkan lembaran buku itu ke halaman lainnya dengan menggunakan lidah. dan begitu seterusnya, spontan saja semua mata terkejut melihat keadaan itu.

Selang beberapa menit, keledai itu sudah membalikkan halaman buku hingga halaman yang terakhir dan menoleh ke arah Abu Nawas. Dan berkatalah Abu Nawas "Begitulah keledai ku dapat membaca".

Setelah itu menteri merasa keheranan dan bertanya " Bagaimana kamu ajari seekor keledai membaca? Bukankah keledai tidak tau apa yang dia baca?". 

Baca juga : Inilah Hukuman Penginjak Al-Qur'an Di Indonesia

Lalu Abu Nawas menjelaskan bagaimana cara dia untuk mengajari keledai membaca " Sewaktu dirumah, hamba siapkan lembar-lembar besar yang menyerupai buku dan hamba sisipkan biji-biji gandum didalamnya, dan keledai pun akan membalikkan lembar itu satu persatu untuk mencari biji gandum yang saya sisipkan. Pekerjaan itu hamba ulangi hingga keledai tersebut benar-benar paham bagai mana cara membalikkan lembar buku yang benar. Begitulah seekor keledai membaca, tanpa tahu isi di dalam buku tersebut".

Melihat dan mendengar hal itu, raja langsung menghadiahkan sekantong dinar kepada Abu Nawas dan menjebloskan menterinya ke penjara selama 3 bulan, sesuai dengan perjanjian sebelumnya.

Jadi, Intisari yang dapat kita petik dari kisah tersebut adalah : Pertama, janganlah kita hanya membaca seperti keledai, tanpa tahu makna yang kita baca. Kedua, sesulit apapun masalah yang kita hadapi/dapatkan sungguh akan bisa kita lalui/selesaikan apabila kita mau berpikir. Ketiga, Janganlah kita berbuat tidak baik kepada orang lain karena perbuatan itu mungkin saja akan kembali ke kita. 

Nah, intisari keempat ini lebih cenderung didikan kepada seorang pendidik dan orang tua, yaitu jangan pernah lelah untuk mengajarkan anak kita ilmu pengetahuan meskipun dia tidak bisa karena kalau kita mau keledai saja bisa kita ajarkan ilmu pengetahun dengan cara berkesinambungan. sekian dan terima kasih telah berkunjung.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔