Fakta Unik Orang Islam Aceh

Add Comment

Ketika kita menyebutkan aceh pasti dibenak orang yang mendengarkan nama itu memikirkan hal yang luar biasa, amazing gitu. Kenapa tidak, Aceh merupakan daerah yang memiliki Islam terkental di wilayah asia. Artinya jangan main-main dengan agama Islam, Islam sudah tertanam dibenak masyarakat Aceh dari sejak dilahirkan, bisa dibilang Islam adalah warisan gen, dalam artian setiap anak yang terlahir kedunia ini di Aceh sudah beragama Islam. Makanya masyarakat Aceh tidak akan ragu-ragu membela agama Islam meskipun nyawa taruhannya.


Namun ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam hal itu, iya memang orang aceh tidak akan segan-segan menentang orang yang menentang agamanya meskipun nyawa taruhannya. Tapi pernah kah anda menemukan fakta-fakta unik yang terjadi di seluruh daerah yang ada di Aceh tanpa kita sadari? bahkan anda mungkin salah satu pelaku hal itu. Kami yakin sangat banyak fakta-fakta yang dapat membuktikan bahwa orang Aceh benar-benar cinta akan agamanya. berikut akan kami paparkan beberapa fakta itu sebagai berikut :


Fakta pertama adalah orang Aceh itu kesemuanya menganut agama Islam, tapi tidak semua orang melaksanakan tugasnya sebagai seorang muslim atau melakukan sesuatu hal sesuai ajaran dan anjuran Islam, contohnya saja shalat, shalat wajib itu ditentukan 5 kali/waktu dalam sehari semalam, tapi tidak semua orang Aceh melakukan hal itu. Fakta uniknya adalah orang itu beragama Islam, alasannya karena dapat dipastikan apabila ada orang non muslim yang bilang Islam itu agama salah sudah pasti orang itu tidak akan segan-segan membantah sanggahan tersebut.

Fakta kedua adalah orang aceh itu memiliki kesatuan agama yang sangat erat. Kita lihat saja beberapa periode ini banyak sekali masuk ajaran sesat ke Aceh yang menyimpang dari ajaran Islam sebenarnya. Namun dapat dipastikan ajaran sesat itu tidak akan bertahan lama di daerah Aceh, Kenapa demikian? Alasannya karena walaupun orang Islam itu yang tidak menunaikan shalat 5 waktu, tidak akan mau agamanya di utak-atik ataupun dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut yang membawa aliran sesat ke daerah Aceh.


Fakta ketiga adalah tentang bulan suci Ramadhan. Dalam Islam diwajibkan berpuasa atau menahan diri selama bulan Ramadhan tiba. Fakta uniknya adalah tidak semua orang Aceh itu berpuasa ketika bulan Ramadhan tiba, tapi dapat dipastikan orang itu beragama Islam, Kenapa tidak, ketika malam tiba orang itu akan suka pergi kemesjid untuk shalat terawih berjamaah. Unik Bukan? Jawabannya iya unik. Orang Aceh memang sudah di takdirkan seperti itu, orang yang menjaga islam seperti menjaga dirinya sendiri.

Satu lagi hal yang paling unik adalah banyak orang Islam di Aceh itu tidak melakukan hal yang diajarkan dalam Islam, tetapi orang itu orang islam. kenapa demikian? Coba saja kita suruh bakar mesjid, tentu orang itu tidak akan mau hal demikian. Dia tidak akan segan-segan memukul bahkan membunuh orang hal yang mencoba melakukan hal demikian. Sangat unik.....
Itulah beberapa Fakta Unik Orang Islam Aceh yang sering kita jumpai. terimakasih telah berkunjung dan semoga bermmanfaat.

An Analysis (Thesis)

Add Comment
An Analysis (Thesis)
CHAPER I
INTRODUCTION

1.1.The Background of the Study
Sentence according to Oxford Dictionary (2000 : 12) is a set of words expressing a statement, a question or an order, usually containing a subject and a verb. A sentence usually begins with a capital letter and with a full stop, a question mark or an exclamation mark.
The term of sentence is widely used to refer to quite different types of unit, grammatically; it is a unit which starts with a capital letter and come between full stop. Based o Frank (2010), there are four types of sentence: simple sentence, compound sentence, complex sentence and compound complex sentence.
Newspaper is one of media of communication which the information transferred in a form of written language. As a medium communication, newspaper has an important role in delivering its idea towards readers. The Jakarta Post is a daily English language news paper in Indonesia with an average circulation of around 50.000 copies; it is the large English language newspaper in Indonesia. This news paper is good for the beginner reader to develop their reading ability because information is more interesting and to attract reader’s attention.
In fact, there are many readers find difficulties to recognize the purpose of the whole text, to see how a text organized, to understand the relationship between sentences and to get the message of a text. Sometimes the readers read a text separately or skipped a text. Some readers can overcome their problem in reading a text, because they have good vocabulary and more information about a text they have read. It’s support the reader easily understand a text. But the problem comes from the beginner readers, especially when they read an English text. They will get confused in understand a text, they never see and observe about the classification the sentence in the news paper text because they just concern to read the information which has been happened around the world.
The researcher takes the sentence class so by knowing it they can understand a text easily and get the writer’s purpose in a text. The formal classification of sentences is traditionally in grammatical studies undertaken according to the number and class (main and subordinate) of clause they contain grammatically, a sentence consist of one or more clauses which are interrelated on a coordinate or subordinate basis, given that, in term of meaning, each clause expresses an idea or proposition. Then what the sentence does is to express one or more idea or propositions. Here the writer wants to convey a research of a type and use of sentence in articles in Jakarta Post.

1.2.The Problem of the Study
Based on the background of the study, the problem of this study is formulated as the following:
1.      What type / class are dominantly used in the article Jakarta Post?
2.      How many kinds of sentence class used in the article of Jakarta Post?
3.      Why is it dominantly used in the article of Jakarta Post?

1.3.The Objective of the Study
In relation to the problems, the objective of this study are :
1.      To derive the dominant type / class of sentence which are used in the article of Jakarta Post
2.      To derive kinds of sentence class used in the article of Jakarta Post
3.      To reason for the use of the dominant sentence in the article of Jakarta Post

1.4.The scope of the study
Jakarta Post newspaper is the most popular one of newspaper in Indonesia and espescially in Medan, it is one of newspaper published in English language. This study is focused to describe the class / type and uses of sentence to class.

1.5.The Significant of the Study
The finding of the study are expected to be useful for
1.      The students especially the student of SMK N 1 Peusangan Bireuen Aceh  to enlarge their knowledge about sentence. It is hoped by knowing sentence help them to understand the classification of a text easily.
2.      The reader in order to get more information about sentence especially those used in the article of Jakarta Post.

3.      The researchers who want to enrich their knowledge about sentence in an article or text.

Bocoran Ulama Tentang Ciri Pemimpin Aceh Kedepan

2 Comments

Assalamu'akum Wr. Wb. Pembaca Islam Aceh sekalian. Hampir sudah waktu kita memilih pemimpin yang jujur, adil dan dapat menyejahterakan masyarakat aceh seluruhnya. Di ibaratkan bagaikan kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Konon Sultan Iskandar Muda adalah salah satu sultan yang paling besar dimasa kesultanan Aceh. Sultan Iskandar Muda berhasil membawa Aceh ke puncak kejayaannya dan membuat nama Aceh terkenal sampai ke seluruh pelosok dunia.

Diceritakan dalam sebuah kisah yang diutarakan oleh seorang ulama besar Aceh bahwa, diakhir kepemimpinan zalim di Aceh akan lahir seorang Pemimpin yang sangat bijak laksana kepemimpinan-kepemimpinan Aceh dahulu. Beberapa periode kepemimpinan sudah kita saksikan, namun tidak ada satu periode pun yang sama persis yang di bicarakan oleh Ulama ini. Pemimpin yang bijak itu akan lahir diantara sebelah Timur Gunung Seulawah dan Aceh Timur. Tentu kita bertanya-tanya siapakah yang akan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang? Apakah itu akan terwujud apabila setelah memilih pemimpin itu?


Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan selalu muncul dalam benak kita, dijelaskan lebih jauh lagi tentang pemimpin ini bahwa dia akan membawa bangsa dan agamanya kepuncak kejayaannya dan dia merupakan pengikut dari Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Pemimpin ini akan terpilih ketika 1140 H. Dari situlah dimulainya kejayaan Islam bagaikan masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, Islam akan masuk kembali keseluruh dunia. Pendapat lain juga mengatakan bahwa memilih pemimpin periode kedepan adalah suatu hal yang sangat perlu diperhatikan karena dengan pilihan itu bisa membawa Aceh kearah yang lebih baik. Sebenarnya, ketika memilih pemimpin kita sangat di titik beratkan untuk menilai pemimpin itu dari berbagai aspek, jangan cuma dari satu aspek saja. Dalam Islam pun sangat banyak kriteria-kriteria yang harus dipenuhi seorang pemimpin ketika dia ingin menjadi pemimpin. Jadi berhati-hatilah dalam memilih pemimpin kita kedepan karena dengan pilihan kita dapat memberikan hasil yang baik atau buruk baik aceh kedepan.

Kesimpulannya adalah diakhir kepemimpinan zalim di Aceh akan lahir seorang Pemimpin yang sangat bijak laksana kepemimpinan-kepemimpinan Aceh dahulu jadi pilihlah pemimpin yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditentukan Islam agar masa-masa kepemimpinan dulu bisa kita rasakan dimasa yang akan datang dan  InsyaAllah Aceh kedepan akan lebih baik dari masa sekarang. Amin Yarabbal 'Alamin.....

Kesengsaraan Dibalik Sejarah Kota Petro Dollar Lhokseumawe

Add Comment

Siapa yang tidak kenal dengan Kota Petro Dollar, dengan hasil bumi yang melimpah yang dapat membangun seluruh nusantara, itulah Kota Lhokseumawe. Konon diceritakan kota ini adalah ibukota dari sebuah kabupaten yaitu Aceh Utara yang terbentang dari Kecamatan Samalanga sampai Kecamatan Lhoksukon. Kota Lhokseumawe merupakan pusat kota dari 48 Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Kota Lhokseumawe merupakan pemegang saham terbesar di Aceh yang mendapatkan kekayaan yang melimpah dari perindustrian setempat. 

Dulunya Kota Lhokseumawe memiliki beberapa Industri besar didaerahnya yang setiap hasil industri tersebut masuk ke kas Negara. Perindustrian yang beroperasi di kota Lhokseumawe yaitu PT Arun LNG, PT PIM (PT Pupuk Iskandar Muda), PT AAF(Aceh Asean Fertilizer) dan PT KKA(PT Kertas Kraft Aceh). Dengan Hasil perindustrian tersebutlah kota lhokseumawe mendapat julukan Kota Petro Dollar. Kenapa tidak dengan kondisi ekonomi yang tinggi para wisatawan asing berdatangan ke kota lhokseumawe untuk mendapatkan hasil dari perut bumi Lhokseumawe.

Namun untuk mendapatkan julukan tersebut banyak sekali masa-masa suram yang harus dilalui, terutama bagi masyarakat yang memiliki tanah di daerah tempat dibangunnya perindustrian tersebut. Kalau seandainya masa suram ini kita alami, mungkin kita tidak akan mau/suka mendapatkan gelar petro dollar tersebut. Kita sebut saja warga Blang Lancang yang sampai sekarang belum mendapatkan ganti rugi atas tanahnya yang dibangun perindustrian PT Arun LNG. Masyarakat yang tertindas ini sudah lama menuntut ganti rugi kepada pihak yang berwenang, baik dari pihak PT Arun LNG itu sendiri maupun Pemerintah. Namun tuntutan itu seolah-olah tidak pernah di gubris sehingga proses perealisasian itu juga tidak pernah masyarakat dapatkan sampai sekarang.

Sayangnya dari sekian kepala keluarga yang menuntut haknya itu harus tinggal di posko pengungsian. Posko pengungsian ini bisa kita lihat di sepanjang jalan masuk dan keluar menuju tempat wisata Pulau Semadu. Apalah arti dari julukan yang didapatkan Kota Lhokseumawe tersebut seandainya Masyarakat kota tersebut tertindas seperti sekarang ini. dan kita bedoa saja agar tuntutan warga Blang Lancang tersebut dapat segera di penuhi oleh pemerintah maupun pihak yang bertanggung jawab atas penggusuran itu. Itulah sedikit penjelasan tentang artikel Kesengsaraan Dibalik Sejarah Kota Petro Dollar Lhokseumawe dan Terima kasih telah berkunjung.

Baca Dulu Sebelum Memilih Pemimpin!!

Add Comment

Memilih pemimpin merupakan suatu kewajiban yang harus kita lakukan selaku kita umat muslim dan tidak boleh kita abaikan. Dalam memilih pemimpin kita harus benar-benar bisa memilah mana yang baik dan mana yang tidak, mana yang pantas dan mana yang tidak. Karena setelah kita memilih dialah yang akan membawa kita ke jalan kebaikan atau ke jalan keburukan. Dalam Islam semua yang akan kita lakukan di sunatkan kita untuk benar-benar memperhatikan kriteria-kriteria tertentu, contoh yang paling kecil saja ketika seorang perempuan memilih calon pemimpin rumah tangganya, ataupun seorang calon suami dalam memilih pendamping hidupnya, itu saja disunatkan untuk memerhatikan kriteria-kriteria yang telah di tentukan dalam ajaran agama, apa lagi dalam hal memilih pemimpin yang lebih besar atau yang memberi efek yang lebih besar dari itu.


Nah sebelum kita memilih seseorang menjadi seorang pemimpin ada hal-hal yang harus kita ketahui, jangan asal memilih. Hal pertama yang harus kita ketahui adalah apa arti dari kata "pemimpin" itu sendiri? Pemimpin adalah orang yang membantu diri sendiri dan orang lain melakukan hal yang benar (do right things), dengan menciptakan arah tujuan, membangun visi yang inspiratif serta menciptakan sesuatu, itulah arti pemimpin sebenarnya. Dari pengertian tersebut saja bisa kita pahami bahwa seorang pemimpin itu harus benar-benar mempunyai qualitas dan kuantitas sesuai dengan apa yang akan dia jalankan kedepan.

Hal yang kedua yang harus kita ketahui adalah memilih pemimpin itu harus sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam ajaran agama kita. Apa saja kriteria pemimpin yang ditentukan dalam islam? Menurut Islam kriteria yang harus benar-benar di perhatikan dalam memilih pemimpin itu ada empat. Mari kita lihat satu persatu.

1. Shiddiq
Kriteria ini merupakan salah satu Kriteria Nabi Muhammad SAW dalam memimpin. Arti dari Shiddiq itu sendiri Adalah orang yang memiliki niat kesungguhan dan kebenaran dalam hatinya baik dalam berucap maupun melakukan tugas yang dibebankan kepadanya. itulah kriteria pertama yang harus kita perhatikan.

2. Amanah
Kriteria yang kedua adalah amanah, artinya dapat dipercaya dalam segala hal/bidang. bayangkan jika kita memilih pemimpin yang tidak benar-benar kita percayai, apa jadinya kedepan? tentu penyesalan yang akan kita rasakan. Kriteria ini juga merupakan salah satu kriteria yang dimiliki oleh pemimpin kita Nabi Muhammad SAW. jadi kriteria ini juga harus benar-benar kita perhatikan.


3. Tabligh
Arti Tabligh adalah menyampaikan, maksudnya menyampaikan apa dan sesuai dengan kenyataannya tanpa ada yang ditutupi sedikitpun. Apabila benar berani menyatakan benar dan apabila salah berani mengungkapkannya meskipun itu merupakan kesalahan yang berasal dari dirinya sendiri. Nah kriteria ini juga sangat berhubungan dengan kriteria yang kedua yang telah kami sebutkan diatas, apabila kriteria diatas tidak dipenuhi sungguh kriteria yang ketiga ini juga tidak dapat dimilikinya.

4. Fathanah
Apa arti sebenarnya Fathanah? Arti dari Fathanah adalah cerdas, cakap dan handal dalam segala bidang sesuai dengan tugas yang di ampunya. Kriteria ini adalah kriteria terakhir yang benar-benar harus diperhatikan dalam memilih pemimpin yang ditentukan dalam Islam. Apabila seorang pemimpin tidak memiliki sifat Fathanah sungguh dia tidak bisa diandalkan dalam hal kepemimpinannya.


Nah, itulah beberapa kriteria yang harus diperhatikan sebelum kita hendak memilih seorang pemimpin. Apabila seorang pemimpin memiliki kriteria tersebut sungguh kita tidak akan merasakan penyesalan di masa yang akan datang. Dengan kriteria tersebut secara otomatis akan menciptakan seorang pemimpin yang jauh dari perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah SWT, baik itu korupsi, kolusi maupun nepotisme.

Baiklah itulah sedikit penjelasan tentang kriteria-kriteria yang harus kita perhatikan sebelum memilih orang yang akan memimpin kita ke jalan yang benar. Terima Kasih telah berkunjung dan jang lupa kritik sarannya yang membangun demi terciptanya artikel yang lebih baik kedepannya. Salam.......

Kontroversi "ISLAM KTP" nya Orang Aceh

Add Comment

Aceh merupakan daerah pertama yang menganut agama Islam di wilayah Asia Tenggara. Kalau kita lihat dari sejarahnya, Aceh juga mempunyai penganut agama Islam terbanyak di wilayah Asia Tenggara, jadi tidak diragukan lagi kan tentang keislamannya? Tentang Aqidahnya? dan tentang lain-lainnya. Aceh merupakan daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, memiliki adat istiadat serta budaya yang tidak melenceng sedikitpun dari landasan agama Islam (Masa Dulu). Alasan ini pula yang menjadikan daerah ini memiliki julukan Serambi Mekkah (Seuramoe Mekkah), artinya cerminan dari negara Mekkah. Namun sekarang ini banyak yang berpendapat bahwa banyak masyarakat Aceh memiliki julukan Islam KTP saja. Kenapa demikian? itu kan pertanyaan yang pantas dan sangat logis untuk kita tanyakan. Bukankah Islamnya orang Aceh itu seperti sejarah itu? Nah mari kita lihat beberapa pendapat dari masalah yang timbul diatas.

Sekarang kita pahami dulu kata-kata "Islam KTP". Pengertian Islam KTP ini saya adopsi dari Atjeh Cyber Warrior. Menurutnya Islam KTP memiliki pengertian Islam yang hanya sebatas identitasnya saja, atau simbol saja, tanpa diikuti dengan keyakinan (keimanan). Sudah sangat jelas bukan pengertiannya? Namun dilihat dari pendapat sebagian orang yang menyatakan bahwa kebanyakan masyarakat Aceh sekarang itu hanya Islam KTP apa itu benar? kan tidak baik memvonis orang tanpa ada bukti yang bisa menguatkan pernyataan kita itu.

Baiklah dari pernyataan tersebut, diurailah satu persatu alasan yang menguatkan hal tersebut. Kenapa timbul pemikiran yang seperti itu? Alasan pertama adalah yang dinamakan penganut Islam adalah orang yang tidak menganut agama saja namun memiliki adat istiadat serta budaya layaknya aturan yang ada dalam Islam. Sekarang kita lihat masyarakat aceh, memiliki adat istiadat serta budaya yang melenceng dari garis Islam, baik dia si miskin, si kaya, si kecil jabatan maupun si besar jabatan. Si miskin karena hanya Islam KTP rela melakukan apa saja asalkan kaya. Si kaya karena hanya Islam KTP suka melakukan apa saja asalkan dia senang. Si kecil jabatan karena hanya Islam KTP rela melakukan apa saja demi mendapatkan jabatan yang lebih besar. Serta si besar jabatan karena hanya Islam KTP berani melakukan apa saja demi melakukan nafsu tidak baiknya. Jelas bukan? 

Kalau kita berpikir demikian memang tidak baik, namun apa mau dikata? hampir setiap daerah khususnya di Aceh hal yang demikian memang ada. Dari semua aspek kita lihat terdapat hal yang demikian, yang sangat disayangkan lagi bahkan ada yang rela menjual Islamnya demi mendapat kenikmatan semata. Menvonis dengan tidak didukung alasan yang kuat memang tidak baik, tapi percayalah jika vonis sebagian orang ini tidak kita dengarkan maka masyarakat Aceh kedepan bukan hanya Islam KTP saja namun lebih dari itu. Dan kita berdo'a agar islam di Aceh kedepan lebih baik dari masa sekarang dan bisa kita kembalikan layaknya Islam masa-masa silam yang dengan keadaan tersebut bisa kita dapatkan kembali julukan cerminan dari Mekkah. Amin Ya Rab.......
Terima kasih telah berkunjung, tujuan kami membuat artikel ini adalah untuk memperingatkan generasi penerus agar tidak menjadi Si Miskin, Si Kaya, Si Kecil Jabatan dan Sibesar Jabatan yang hanya Islam KTP saja. Vonis ini di tujukan untuk sebagian orang yang pernah melakukan kesalahan agar mau memperbaikinya di masa yang akan datang.

Sebutan Serambi Mekkah Apakah Pantas Sekarang?

Add Comment

            Siapa yang tidak kenal dengan sebutan Serambi Mekkah, mayoritas masyarakat Indonesia tidak asing dengan kata-kata Serambi Mekkah yaitu Aceh. Salah satu alasan dijulukinya Serambi Mekkah karena Aceh mempunyai penganut agama Islam yang terbanyak di Indonesia, memiliki pemuka-pemuka agama yang hebat serta tempat pertama Islam berjaya. Aceh dikenal mimiliki penganut Islam yang kental dimasa lalu, mayoritas masyarakat Aceh menganut agama Islam. hampir tidak ditemukan masyarakat yang beragama lain. Namun mau apa dikata, kejayaan yang seperti itu hanya terjadi dimasa-masa silam.
            Alasan lain dijulukinya Serambi Mekkah adalah aceh merupakan cerminan dari Mekkah. Keduanya menganut agama Islam, bermazhab Syafi’i dalam hal ilmu fiqh, berpakain layaknya budaya Islam serta berhukum berdasarkan landasan Islam. nowadays bagaimana…?? Itu merupakan pertanyaan yang benar-benar harus kita tanyakan dalam benak kita masing-masing. Coba kita perhatikan alasan-alasan yang dulu pernah didapatkan aceh ketika mendapat julukan Serambi Mekkah. Apakah pantas julukan itu kita sandang sementara alasan-alasan yang dulu ada di dalam masyarakat kita sekarang berubah secara totalitas?
            Mari kita masuki dalam hal pembahasan penganut Islam Kental. Istilah ini memiliki makna yang luas, Islam kental berarti semua hukum, budaya, dan adat istiadat itu harus dijalankan sesuai dengan ketentuan Islam. Dengan kata lain Islam secara Kaffah (totalitas). Apakah sekarang ini aceh menjalankan hal demikian? Jawabannya tidak. Kenapa kami berani menjawab tidak? Itu dikarenakan semua bidang pada masa sekarang tidak mencerminkan adanya Islam secara Kaffah. Dalam hal hukum, masyarakat aceh sekarang banyak yang tidak sependapat dalam hal pemberlakuan hukum Islam secara kaffah, kita sebutkan saja hukum jinayah, dan beberapa hukum lain yang sudah ditetapkan namun agak susah untuk dijalankan. Pertanyaannya apakah kita masih pantas mendapatkan julukan Serambi Mekkah?
            Mengenai hukum sudah kita bahas, sekarang kita lihat disegi budaya yang dulunya kita memiliki budaya yang kental berdasarkan landasan Islam. apakah kita masih memiliki budaya tersebut sekarang? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Kami akan memberi satu contoh agar jawabannya mudah, saat tahun baru masehi, banyak kita masyarakat aceh berbondong-bondong entah kemana. Budaya-budaya non-muslim sudah banyak kita dapati diaceh sekarang, band dimana-mana, dan banyak budaya lain yang kita kerjakan yang melenceng dari landasan Islam. malam beure’at (15 Nisfu Sya’ban) hampir tidak kita temukan diaceh, jadi kemanakah budaya yang kental berdasarkan landasan Islam itu?
            Adat istiadat Aceh, dulu juga dikenal sangat kental (sesuai) dengan landasan Islam, pengajian dimana-mana, setiap malam setelah magrib kita lihat banyak anak-anak yang berbondong-bondong menuju meunasah/mesjid unutk menuntut ilmu agama, sekarang banyak kita dapati anak-anak ke warung kopi atau ke tempat-tempat keramaian yang hampir anak-anak itu sendiri pun tidak tau mau apa ke tempat tersebut. Memalukan bukan?. Kita lihat di segi pakaian, sekarang daerah mana yang tidak ada wanita memakai pakaian laki-laki (celana)?
              Hampir semua pelosok desa maupun kota di Aceh tidak lagi menggunakan adat istiadat Aceh yang berlandaskan Islam. jadi kemanakah Islam Kental yang dulu kita anut sehingga kita mendapatkan julukan Serambi Mekkah? Pudar ataukah sudah hilang tanpa ada tersisa sedikitpun? Tanamlah pertanyaan-pertanyaan tersebut agar kita bisa mengembalikan kejayaan-kejayaan yang dulu.
            Itulah sedikit penjelasan tentang berita hangat aceh sekarang, tujuan kami membuat artikel ini adalah agar setiap yang membacanya bisa memperbaiki setiap kesalahan yang didapati yang membuat julukan Serambi Mekkah hilang dan tidak pantas kita sandang. Baik itu kesalah yang kita lakukan sendiri maupun yang kita dapati dilingkungan kita masing-masing.
            Demikian pemaparan kami, terimakasih telah berkunjung, jika ada kritik dan saran mohon di sampaikan demi membangun kearah yang lebih baik.
            

5 Kriteria Wanita Yang Cocok dijadikan Istri.

Add Comment
           


           Salah satu kunci hidup bahagia dalam berkeluarga adalah memiliki pendamping hidup yang setia, pengertian dan beberapa hal lain yang telah dianjurkan oleh Allah SWT  dan Nabi Muhammad SAW dalam hadist dan Al-Qur’an. Siapa yang tidak mau hidup bahagia dalam berumah tangga, bayangkan saja, setiap pasangan yang akan menempuh hidup baru semua kerabatnya berdoa supaya dapat membina keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Begitulah istilahnya. Namun ingatlah, panutan-panutan yang sudah dijelaskan baik dalam Al-Quran maupun hadist-hadist Rasulullah, apabila kita mau mengikuti panutan tersebut, InsyaAllah Akan berbahagia.
            Baiklah, disini kami akan menjelaskan beberapa kriteria yang cocok dijadikan pendamping menurut anjuran Rasulullah SAW :

            1. Kasih Sayang
Nah, bagi para laki-laki calon pemimpin rumah tangga, ingatlah criteria pertama yang dianjurkan adalah memilih wanita yang mempunyai rasa kasih sayang. Kenapa criteria ini yang pertama dianjurkan? Bayangkan saja seandainya kita memiliki seorang istri yang tidak memiliki rasa kasih saying sedikitpun kepada kita, bisa di bayangkan sendiri tentunya. Lriteria ini sesuai dengan apa yang disebutkan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ruum ayat ke 21 :
 “Dan di antara tanda – tanda kekuasaannya, Dia ciptakan untuk kalian istri – istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang.”

2. Perawan
Criteria yang kedua adalah menikahlah dengan gadis yang masih memiliki keperawanan. Anjuran ini jangan disepelekan, kenapa Rasulullah menganjurkan hal yang demikian? Pada masa Rasulullah pernah diriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bertanya kepada Jabir R.A : “Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda?” Jabir R.A menjawab : “Seorang janda ya Rasul” kemudian Rasul menanggapi jawaban Jabir R.A, “ kenapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat bercumbuimu?”.
Nah, dapat disimpulkan bahwa Rasul lebih menganjurkan menikahi seorang gadis dari pada janda bukan? Ini tidak ada maksud melarang untuk menikahi janda, akan tetapi menganjurkan untuk menikahi gadis yang masih memiliki perawan.
Baca Juga : Apakah Orang Islam menyembah Berhala?
3. Subur
Criteria wanita yang keseterusnya adalah, memilih gadis yang subur, atau yang memiliki keturunan banyak, bayangkan saja kalau kita menikah dengan gadis yang tidak subur. Tidak memiliki keturunan, sangat disayangkan. Rasulullah menganjurkan demikian karena dengan memimiliki keturunan rezeki kita akan bertambah, semakin banyak keturunan yang kita miliki, semakin banyak pula rezeki yang dilimpahkan Allah kepada kita. InsyaAllah.

4. Keturunannya harus jelas
Criteria ini yang harus benar-benar diperhatikan, keturunan jelas maksud disini adalah keturunan yang baik, kita harus memilih wanita yang memiliki silsilah keluarga yang jelas. Bayangkan saja apabila kita menikahi seorang gadis yang tidak memiliki ayah yang jelas. Tentunya kita akan dinikahkan oleh orang yang bukan walinya yang jelas, sama saja dengan berzina nantinya. Oleh karena itu pilihlah wanita dari keturunan atau silsilah keluarga yang jelas.

5. Taat Beragama
Criteria yang kelima wanita yang cocok dijadikan pendamping adalah wanita yang taat beribadah, taat dalam beragama dan sholehah. Hal ini juga tidak kalah pentingnya untuk benar-benar diperhatikan dalam meilih pendamping. Karena kita seorang suami akan senantiasa keluar untuk mencari rezeki, jangan sampai kita keluar cari rezeki, diapun ikut cari rezeki lain. Parah bukan? Sangat disayangkan apabila demikian. Allah AWT berfirman
 “Sebab itu, maka wanita – wanita yang shalih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak berada di tempat. Oleh karena Allah telah memlihara mereka...”. (QS. An-Nisa : 34).
Nah, untuk para calon pemimpin dalam rumah tangga, itulah beberapa criteria yang pantas kita jadikan sebagai seorang istri. Dan untuk para wanita yang belum memiliki criteria tersebut, cepat-cepatlah ubah diri anda untuk menjadi lebih baik dari sekarang. Dan terimakasih telah berkunjung.



Apakah Orang Islam Menyembah Berhala? Ini Jawabannya.

Add Comment

     Baiklah saudara sekalian, dalam dunia modern ini banyak pernyataan-pernyataan yang membingungkan dari umat non-Muslim. Dan apabila kita dengarkan sekilas pernyataan itu merupakan pernyataan yang tidak masuk akal sehat kita umat Muslim yang cerdas. Bagi orang awam mungkin sebagian pernyataan itu dapat membingungkan mereka. Oleh karena itu disini kami akan menjelaskan salah satu dari sekian banyak penyataan-pernyataan yang menyimpang tersebut, salah satunya adalah orang non-Muslim menganggap bahwa orang yang berhaji ke Mekkah merupakan orang yang menyembah berhala (Ka’bah). Menanggapi pernyataan tersebut, sebagian orang mungkin tidak tahu mengapa kita umat Islam disuruh bersujud dan mencium Ka’bah. Namun disini kami akan mencoba memperjelas tentang alasan kenapa demikian.
            Seperti yang kita ketahui, setiap umat Islam dimanapun dia berada, ketika beribadah ataupun melakukan sesuatu hal yang berhubungan dengan ibadah selalu dianjurkan untuk menghadap kearah Ka’bah. Hal ini disebabkan karena Ka’bah merupakan kiblat umat Islam, kiblat disini dalam artian arah. Setiap umat Islam selalu beribadah menghadap kiblat, yaitu kearah Ka’bah. Dalam Al-quran surat Al-Baqarah ayat 144 Allah menjelaskan :
            “Ketika kamu shalat menghadaplah kearah Ka’bah.”
            Jadi Ka’bah adalah kiblat ataupun arah, ini bukan karena kita umat Islam menyembah Ka’bah tetapi karena Allah memerintahkan untuk beribadah menghadap kearah Ka’bah. Alasan ini juga dikemukakan oleh salah satu penceramah Dr. Zakir Naik, Dr. Zakir Naik menambahkan, bahwa hal ini merupakan suatu persatuan umat Islam, jadi tidak ada perbedaan didalam Islam.
            Dr. Zakir Naik menjelaskan lebih detail melalui sebuah cerita tentang alasan persatuan ini, “Muslim adalah Penemu peta dunia, Al-Idrusi pada tahun 1154 adalah manusia pertama yang menggambarkan peta dunia, ketika Muslim menggambar peta dunia, kutub Selatan ada diatas, kutub Utara ada dibawah, Ka’bah ada ditengah-tengah. Kastografi Barat datang membalikkan petanya, kutub Selatan dibawah dan kutub Utara diatas, meski demikian Ka’bah tetap berada di tengah-tengahnya bumi. Jadi dimanapun orang Islam berada tetap arahnya menghadap ke Ka’bah.” Itulah salah satu alasan yang dikemukan Dr. Zakir Naik.
            Alasan lain yang dikemukakan oleh Dr Zakir Naik Adalah :
“Dalam Hadist Shahih Bukhari Vol. 2 dalam kitab Haji, bab 56, Hadist no. 675, Umar r.a, Khalifah kedua Islam, Dia berkata : ‘Batu Hitam ini tidak dapat memberi manfaat bagiku dan tidak dapat mencelakakan ku, aku menciumnya karena aku melihat Rasulullah menciumnya’.
            Dilihat dari pernyataan ini sudah cukup jelas alasan untuk membuktikan bahwa umat Islam bukan menyembah Ka’bah, tetapi membuat Ka’bah sebagai arah persatuan dalam beribadah bagi umat Islam. Alasan yang paling masuk akal lagi juga dipaparkan oleh Dr. Zakir naik adalah, diceritakan bahwa pada masa Rasulullah ada sahabat yang sering berdiri diatas Ka’bah dan melaungkan azan. Jadi sangat logika jika kita pikirkan, karena tidak ada penyembah berhala yang berani dan rela berdiri diatas berhala yang disembahnya.

            Jadi kesimpulannya adalah umat Islam tidak menyembah berhala (Ka’bah). Ka’bah adalah hanya sebuah kiblat ataupun arah bagi umat Islam dalam beribadah. Dan saudara inilah sedikit penjelasan tentang salah satu pernyataan umat non-Muslim tentang Islam, semoga bermanfaat dan terikasih telah bekunjung.

Islam Is Not "TERORIST" !!!

Add Comment
Islam Is Not "TERORIST"  !!!
  Each time the terror action or shooting occurred, Muslims are closely watching the news with extreme trepidation prayed that the suspect is not a Muslim. This is not because these terrorists tend to be Muslim but because in instances where they are,we see amplified media coverage and extreme hatred towards Muslims is justified.
       As a Muslim, I am tired of condemning terrorist attacks perpetrated by violent religious people who hijack my religion. I'm tired of condemning this attack for people who are calm and phlegmatic when the Muslims were murdered by the same radical terrorist.
    I am tired of hearing the word "terrorist" is not used when a suspect in the terrorist attacks are non-Muslims. I'm tired of the excuses "mentally disabled" which is recycled when a suspect in the terrorist attacks was a Caucasian a. I tired of seeing hundreds of terrorist attacks committed by non-Muslims don't get the same coverage of even a single terrorist attack in which suspects happen to be Muslim.
   On top of it all, I'm tired of having to repeatedly say that Muslims are not the terrorists. It is time we silently Islamophobia is with the facts. My next five points will proveonce and for all that Muslims are not terrorists:

  1. Non-Muslims became the majority of the terrorists in the United States: according to the FBI, 94% of the terrorist attacks perpetrated in the United States, 1980-2005 by non-Muslims. This means that an American terrorist suspect is more than nine times more likely to be non-Muslims from Muslim. According to the same report, there are more Jewish acts of terrorism in the United States than Islam, but when was the last time we heard about the threat of terrorism in the media? For the exact same reason that we can't blame the entire religion Jewish or Christian for acts of violence from people committing crimes under the name of religion, we have absolutely no justifiable reason to blame Muslims for terrorism.
  2. Non-Muslims became the majority of the terrorists in Europe: there are more than a thousand terrorist attacks in Europe in the last five years. Take a guess what percent of the terrorists are Muslim. Wrong, now guess again. This is less than 2%.
  3. Even if all the terrorist attacks committed by Muslims, you still can not associate terrorism with Islam: 140,000 terror attacks conducted worldwide since the 1970s. Even if Muslims do all this attack (which is an assumption is not unreasonable given the Fact mentioned in my first point), the terrorists will represent less than 0.00009 percent of all Muslims. To put things in perspective, this means that you are more likely to be struck by lightning in your life than a Muslim it is possible to conduct terrorist attacks during that same period of time.
  4. If all Muslims are terrorists, then all Muslims are peaceful carry the same statisticalAssumptions used to fake describe Muslims as violent people can use more accurate to describe Muslims as a people of peace. If all Muslims are terrorists because the terrorist happened to be single-digit percentage of Muslims, then all Muslims are bring peace because 5 of 12 Nobel Peace Prize winners the past (42 per cent) were Muslims.
  5. If you are afraid of Muslims then you also have to be afraid of home furnishings and toddlers: a study conducted by the University of North Carolina showed that less than 0.0002% Americans killed since 9/11 killed by Muslims. (Ironically, this research was conducted at Chapel Hill: the same place where Caucasian non-Muslims killed three Muslims who are innocent as the mainstream media brushed this off as terrorist attacks dispute the parking). Based on these numbers, and those of the consumer product safety Commission, the average American is more likely to be crushed to death by the couch or their television than they are to be killed by a Muslim. As a matter of fact, Americans are more likely to be killed by a toddler in 2013 than they arewith what is called "Muslim terrorists".
    When a drunk driver causes a car accident, we never blame car manufacturers for the violent acts of the driver. This is because we understand that we can't blame an entire car company that produces millions of vehicles are safe just because one of their cars hijacked by desperate people who are used to cause the damage. So what exactly should we blame the entire religion more than 1.6 billion people peaceful because of the actions of some relatively insignificant?
       I will not deny that terrorism is a real threat, that's for sure. However, it is not very correct to associate the words "Muslim" and "terrorist" when literally all the facts beg you to do otherwise. A-s